Iklan Berbayar

Kebiasaan buruk untuk kesehan yang dilakukan setiap hari akan mendetangkan berbagai masalah penyakit, salah satunya perut buncit. Meski dianggap sebagai hal yang sepeleh namun, perut buncit akan membawa seseorang pada kematian apabila dibiarkan terus-menerus.

Penumpukan lemak khususnya diarea perut akan mendatangkan bahaya yang tidak diduga-duga.

Dilasir dari Halodoc.com, Penumpukan lemak di bagian perut ini terdiri dari dua macam, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit, dapat dicubit, dan terlihat. Sedangkan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh sehingga tidak terlihat. Lemak viseral berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu dan sangat sulit dihilangkan.

Nah, agar kamu tahu bahaya apa yang akan muncul apabila seseorang memilki perut buncit. Berikut uraiannya:

1. Menyebabkan Kanker

Kanker salah satu penyakit yang berbahaya. Perlahan tapi mematikan dan penyakit ini kebanyakan tidak memiliki gejala awal.

Saat tubuh seseorang dipenuhi dengan lemak viseral, maka akan mengahasilkan sitokin yang dapat menimbulkan peradannga. Peradangan inilah yang akan memicu perubahan sel sehat menjadi sel kanker.

Adapun jenis kanker tersebut adalah kanker payudara dan kanker kolorektal.

2. Memicu jantung dan stroke

Lemak viseral yang menumpuk dalam tubuh akan memicu peradangan yang dapat memicu penyakit jantung. Apabila perut buncit tetap dibiarkan, maka racun dalam tubuh akan bekerja aktif.

Lemak viseral kemudian akan menyimpan komponen kimiawi sikotin, yang adalah zat yang dapat meningkatkan risiko jantung. Bahaya lain yang akan ditimbulkan adalah penumpukan lemak jahat yang akan menyumbat pembuluh darah di otak yang akan menimbulkan stroke.

3. Risiko diabetes 2 

Tumpukan lemak viseral tidak hanya memicu serangan jantung dan stroke, namun dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes 2. Hal ini dikarenakan, lemak viseral akan mengasilkan retinol-binding protein yang dapat meningkatkan insulis dan akan menyebabkan seseorang yang memiliki risiko diabetes 2 yang diakibatkan oleh tumpukan lemak khususnya diarea perut.