Iklan Berbayar

Awal mula munculnya zodiak. Mungkin banyak yang belum tahu awal mula munculnya zodiak, mungkin karena hal itulah sehingga banyak orang tidak percaya dengan adanya zodiak dan ramalan.

Meski banyak yang tidak percaya dengan zodiak atau ramalan, namun sampai saat ini zodiak masih menjadi perbincangan di berbagai kalangan khususnya kalangan anak muda yang ingin tahu mengenai diri sendiri dan juga orang lain.

Dilansir dari m.solopos.com, zodiak dikaitkan sebagai simbol untuk menerangkan imajinasi astrologi. “zodiak adalah sebuah sabuk khayal di langit dengan lebar 18° yang berpusat pada lingkaran ekliptika,” kata Hans-Heinrich Voigt dalam bukunya yang berjudul “Outline of Astronomy (1974).”

Dalam bahasa Yunani, kata zodiak adalah “Zoodiacos Cyclos” yang artinya lingkaran hewan. Namun sebelum Yunani kuno menerapkan paten akan zodiak, yang terlebih dahulu menciptakan zodiak adalah Mesir Kuno sekitar abad ke-4 SM.

Para ilmuan astrolog menghubungkan gerakan rasi bintang dengan nasib manusia yang dipelajari dengan sebuah ilmu yang bernama astrologi. Selain itu, para astrolog juga mengembangkan ilmu dengan mempelajari gerakan repetitif dari benda tata surya berupa bulan, matahari dan planet.

Hanya 6 rasi yang dikembangkan dari peradaban Lembah Sungai Eufrat, yakni Capricornus, Pisces, Taurus, Cancer, Virgo, dan Scorpio. Namun seiring berjalannya waktu, zodiak tersebut kemudian dipecah menjadi 12 bagian yang disesuaikan dengan penampakan tahunan 12 kali Bulan Purnama.

Dengan penggabungan dan pengembangan dari sistem penyimbolan setiap rasi dengan unsur astrologi, akhirnya ramalan seseorang dikaitkan sesuai dengan tanggal dan bulan lahir yang didasarkan pada kedudukan matahari.

Astrologi dikembangkan pertama kali oleh bangsa Mesir Kuno

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa, bangsa Yunani Kuno yang mematenkan nama-nama zodiak. Setelah bangsa Yunani, Bangsa Babilonia yang berasal dari suku Babel terletak di Mesopotamia yang berdiri diatantara Tinggris dan Eufrat bagian Tenggara Irak.

Dijelaskan bahwa, bangsa Babel saat itu sangat populer dengan entitas yang suka menyembah benda-benda langit dan meyakininya sebagai dewa-dewi yang dapat memprediksi masa depan melalui pergerakan benda-benda langit.

Setelah Persia mengambil alih kekuasaannya pada tahun 539 SM, suku Babel kemudian berpindah tempat ke daratan Eropa Selatan atau yang disebut dengan Romawi dan Yunani. Dari sejarah inilah diturunkannya praktik meramal berdasarkan bintang.

Astrologi menyebar dengan cepat ke Eropa, Timur Tengah, India, seluruh dunia dengan banyaknya perubahan dan perkembangan mengenai astrologi bangsa Mesir yang diberikan oleh astrologi kebudayaan Mesopotamia.